Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer MAKALAH FISIKA Dampak Terjadinya Fenomena Alam “Efek Rumah Kaca” Bagi Kehidupan Mahluk Hidup di Bumi | Iim kayyis

Selasa, 23 Agustus 2016

MAKALAH FISIKA Dampak Terjadinya Fenomena Alam “Efek Rumah Kaca” Bagi Kehidupan Mahluk Hidup di Bumi




MAKALAH FISIKA
Dampak Terjadinya Fenomena Alam “Efek Rumah Kaca” Bagi Kehidupan Mahluk Hidup di Bumi









Disusun oleh :
Iim Fahimatul Amalia
(XII MIPA 2)







PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG
DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 3 LUMAJANG
Jl. Jend. Panjaitan No.79 Lumajang Telp. (0334) 881057 Kode pos 67312
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

KATA PENGANTAR
          Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah fisika ini dengan baik walaupun masih banyak kekurangan di dalamnya.
Makalah ini diberi judul Dampak Terjadinya Fenomena Alam “Efek Rumah Kaca” Bagi Kehidupan Mahluk Hidup di Bumi  disusun untuk memenuhi tugas praktek mata pelajaran fisika, penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi pembaca.
Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan yang diberikan oleh guru kami yaitu Pak Noor Junianto  selaku guru mata pelajaran fisika, maka dalam kesempatan ini penulis mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas bimbingan yang telah diberikan.
Penulis menyadari bahwa tulisan ini masih banyak kekurangan dan jauh
dari sempurna, sehingga kritik dan saran diharapkan dari pembaca. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, khususnya penulis.



                                                                    
Lumajang, 23 Februari 2016




Penulis







DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................................................ i
KATA PENGANTAR.......................................................................................................... ii
DAFTAR ISI .........................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang....................................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...............................................................................................................2
1.3 Tujuan Penulisan.................................................................................................................2
1.4 Manfaat Penulisan...............................................................................................................3
1.5 Batasan masalah..................................................................................................................3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Efek Rumah Kaca.............................................................................................4
2.2 Gas Rumah Kaca.................................................................................................................5
2.3 Penyebab Efek Rumah Kaca................................................................................................6                               2.4 Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca...................................................................................8          2.5 Akibat Efek Rumah Kaca....................................................................................................8     2.6 Cara-Cara Menanggulangi Efek Rumah Kaca...................................................................10                                                                                                                                                                                
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Dampak Positive Efek Rumah Kaca..................................................................................13
3.2 Dampak Negative Efek Rumah Kaca................................................................................13
3.3 Perbandingan Presentase Dampak Positive dan Dampak Negaive ..................................14
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan.......................................................................................................................15
4.2 Saran.............................…………. ..................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………...................16


                                                                              










BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Secara sederhana efek rumah kaca merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya. Efek rumah kaca sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena gas-gas dalam atmosfer dapat menyerap gelombang panas dari sinar matahari menjadikan suhu di bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup.
Gas rumah kaca terdiri dari uap air, karbondioksida, metana, nitrogen oksida dan gas-gas lainnya seperti CFC, freon dsb. Efek rumah kaca terjadi akibat adanya gas-gas rumah kaca di atmosfer (troposfer). Adanya gas-gas rumah kaca di atmosfer (troposfer) di akibatkan terjadinya aktifitas di permukaan bumi seperti penggunaan kendaraan bermotor, AC, kulkas dsb.
Secara singkat proses terjadinya efek rumah kaca adalah sinar matahari yang masuk ke permukaan bumi 30% yang mencapai tanah dipantulkan kembali ke angkasa dan diserap oleh uap, gas karbon dioksida, nitrogen, oksigen, dan gas-gas lain di atmosfer. Sisanya yang 70% diserap oleh tanah, laut, dan awan. Pada malam hari tanah dan badan air itu relatif lebih hangat daripada udara di atasnya. Energi yang terserap diradiasikan kembali ke atmosfer sebagai radiasi inframerah, gelombang panjang atau radiasi energi panas. Sebagian besar radiasi inframerah ini akan tertahan oleh karbondioksida dan uap air di atmosfer. Hanya sebagian kecil akan lepas ke angkasa luar. Akibat keseluruhannya adalah bahwa permukaan bumi menjadi hangat.
Dampak terjadinya efek rumah kaca ada dua yaitu dampak negative dan positive. Dampak negative dari adanya efek rumah kaca adalah meningkatkan suhu permukaan bumi akibat perubahan iklim yang sangat ekstrim dipermukaan bumi, gunung-gunung es di kutub akan mencair, meningkatnya permukaan laut dan menjadi faktor utama terjadinya global warming dan perubahan iklim.

Sedangkan dampak positive dari efek rumah kaca adalah membuat suhu bumi tetap hangat untuk dihuni mahluk hidup, membuat manusia melakukan penghematan energi, mewujudkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dengan melakukan reboisasi dan meningkatkan kreatifitas manusia.
Untuk mengatasi efek rumah kaca dapat dilakukan dengan memulai menjaga keadaan lingkungan dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, AC, kulkas dsb. dan juga membiasakan menanam pohon (reboisasi) secara berkala.
Dewasa ini masyarakat hanya menganggap bahwa fenomena alam efek rumah kaca hanya mengakibatkan dampak negative yaitu menyebabkan bumi semakin terasa panas, padahal jika ditelaah lebih mendalam mengenai dampak efek rumah kaca, terjadinya efek rumah kaca memberikan dua dampak yang berbeda yaitu dampak negative dan dampak positive. Oleh karena itu dengan disusunnya makalah ini penulis mengharapkan masyarakat lebih memahami akan dampak efek rumah kaca bagi kehidupan mahluk hidup di bumi, tidak hanya dampak negative tetapi juga dampak positivenya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka permasalahan yang perlu dikaji lebih dalam adalah sebagai berikut:
1.      Apa dampak positive dari terjadinya fenomena alam “efek rumah kaca” bagi kehidupan mahluk hidup di bumi?
2.      Apa dampak negative dari terjadinya fenomena alam “efek rumah kaca” bagi kehidupan mahluk hidup di bumi?
3.      Bagaimana perbandingan presentase dampak positive dengan dampak negative dari terjadinya fenomena alam “efek rumah kaca” bagi kehidupan mahluk hidup di bumi pada saat ini?
1.3    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui Apa dampak positive dari terjadinya fenomena alam “efek rumah kaca” bagi kehidupan mahluk hidup di bumi.
2.      Untuk mengetahui Apa dampak negative dari terjadinya fenomena alam “efek rumah kaca” bagi kehidupan mahluk hidup di bumi.
3.      Untuk mengetahui Bagaimana perbandingan presentase dampak positive dengan dampak negative dari terjadinya fenomena alam “efek rumah kaca” bagi kehidupan mahluk hidup di bumi pada saat ini.
1.4 Manfaat Penulisan
Penulisan makalah ini diharapkan mampu:
1.      Mengetahui Apa dampak positive dari terjadinya fenomena alam “efek rumah kaca” bagi kehidupan mahluk hidup di bumi.
2.      Mengetahui Apa dampak negative dari terjadinya fenomena alam “efek rumah kaca” bagi kehidupan mahluk hidup di bumi.
3.      Mengetahui Bagaimana perbandingan presentase dampak positive dengan dampak negative dari terjadinya fenomena alam “efek rumah kaca” bagi kehidupan mahluk hidup di bumi pada saat ini.

1.4 Batasan masalah
Dalam makalah ini penulis memfokuskan penulisan mengenai dampak terjadinya fenomena alam “efek rumah kaca” bagi kehidupan mahluk hidup di bumi.



















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Efek Rumah Kaca
Istilah efek umah kaca dalam bahasa inggris disebut green house efect, pada awalnya berasal dari pengalaman para petani yang tinggal di daerah beriklim sedang yang memanfaatkan rumah kaca untuk menanam dan menyimpan sayur-mayur dan bunga-bungaan dimusim dingin. Para petani tersebut menggunakn rumah kaca karena sifat kaca yang mudah menyerap panas dan sulit melepaskan panas, didalam rumah kaca suhunya lebih tinggi daripada diluar rumah kaca, karena cahaya matahari yang menembus kaca akan dipantulkan kembali oleh benda-benda di dalam ruangan rumah kaca sebagai gelombang panas berupa gelombang sinar Inframerah, tetapi gelombang panas tersebut terperangkap dalam ruangan rumah kaca dan tidak bercampur dengan udara dingin di luar ruangan.
Dari situlah istilah efek rumah kaca muncul, bumi diibaratkan sebagai tanaman dan kaca sebagai atmosfer bumi, dimana atmosfer ini berfungsi untuk menjaga suhu bumi agar tetap hangat walaupun dimusim dingin. Secara sederhana efek rumah kaca merupakan proses pemanasan permukaan suatu benda langit (terutama planet atau satelit) yang disebabkan oleh komposisi dan keadaan atmosfernya.
Efek rumah kaca sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena gas-gas dalam atmosfer dapat menyerapa gelombang panas dari sinar matahari menjadikan suhu di bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup. Seandainya tidak ada gas rumah kaca. Jadi tidak ada efek rumah kaca, suhu di bumi rata-rata hanya akan 180o C, suhu yang terlalu rendah bagi sebagian besar makhluk hidup termasuk manusia. Tetapi dengan adanya efek rumah kaca suhu rata-rata di bumi menjadi 33o C lebih tinggi, yaitu 15o C, suhu ini sesuai bagi kelangsungan kehidupan makhluk hidup.





2.2 Gas Rumah Kaca
Gas rumah kaca terdiri dari sebagai berikut:
a)         Uap air
Uap air adalah gas rumah kaca yang timbul secara alami dan bertanggung jawab terhadap sebagian besar dari efek rumah kaca. Konsentrasi uap air berfluktuasi secara regional, & aktivitas manusia tidak secara langsung mempengaruhi konsentrasi uap air kecuali pada skala lokal.
b)        Karbondioksida
Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksia semakin berkurang akibat perambahan hutan untk diambil kayunya maupun untuk perlusan lahan pertanian.
c)         Metana
Metana yang merupakan komponen utama gas alam yang termasuk gas rumah kaca. Ia merupakan insulator yang efektif, mampu menangkap panas 20 kali lebih banyak bila dibandingkan karbondioksida. Metana dilepaskan selama produksi dan transportasi batu bara, gas alam dan minyak bumi. Metana juga dihasilkan dari pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah (landfill), bahkan dapat keluarkan oleh hewan-hewan tertentu, terutama sapi sebagai produksamping dari pencernaan. Sejak permulaan revolusi industri pada pertengahan 1700-an, Jumlah metana di atmosfer telah meningkat satu setengan kali lipat.
d)        Nitrogen Oksida
Nitrogen oksida adalah gas Insulator panas yang sangat kuat. Ia dihasilkan terutama dari pembakaran bahan bakar fosil dan oleh lahan pertanian. Nitrogen oksida dapat menangkap panas 300 kali lebih besar dari karbondioksida. Konsentrasi gas ini telah meningkat 16 persen bila dibandingkan masa pre-industri.



e)         Gas lainnya
Gas rumah kaca lainnya dihasilkan dari berbagai proses manufaktur. Campuran berfourinasi dihasilkan dari peleburan aluminium, Hidrofluorokarbon (HCFC-22) terbentuk selama manufaktur berbagai produk, termasuk busa untuk insulasi, perabotan(furniture), dan temoat duduk di kendaraan. Lemari pendingin di beberapa negara berkembang masih menggunakan klorofluorokarbon(CFC) sebagai media pendingin yang sekian mampu menahan pans atmosfer juga mengurangi lapisan ozon(lapisan yang melindungi bumi dari radiasi Ultraviolet).
2.3  Penyebab Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya (CH4), Metana, dan N2O (Nitrous Oksida), HFC5(Hydrofluorocarbons), PFC5(Perfluorocarbons) dan SF6(Sulphur Hexafluoride) di atmosfer yang disebut gas rumah kaca. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minya(BBM), batubara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan-kemampuan tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.
Gas rumah kaca dapat dihasilkan baik secara alamiah maupun dari hasil kegiatan manusia. Namun sebagian besar yang menyebabkan terjadi perubahan komposisi gas rumah kaca di atmosfer adalah gas-gas buang yang teremisikan keangkasa sebagai hasil dari aktivitas manusia untuk membangun dalam memenuhi kebutuhan hidupnya selama ini. Aktivitas-aktivitas yang menghasilkan gas rumah kaca diantaranya dari kegiatan perindustrian, penyediaan energi listri, transportasi dan hal lain yang bersifat membakar suatu bahan. Sedangkan dari peristiwa secara alam juga menghasilkan/mengeluarkan gas rumah kaca seperti dari letusan gunung berapi, rawa-rawa, kebakaran hutan, peternakan hingga kita bernafas pun mengeluarkan gas rumah kaca. Selain itu, aktivitas manusia dalam alih guna lahan juga mengemisikan gas rumah kaca. Mekanisme kerja gas rumah kaca adalah sebagai berikut:
Lapisan atmosfer yang terdiri dari berturut-turut untuk: troposfer, stratosfer, mesosfer, dan termosfer: lapisan terbawah(troposfer) adalah bagian yang terpenting kasus efek rumah kaca.


Sekitar 35% dari radiasi matahari tidak sampai ke permukaan bumi. Hampir seluruh radiasi yang bergelombang pendek(sinar alpha, beta dan ultraviolet) di serap oleh 3 lapisan teratas, yang lainnya dihamburkan dan dipantulkan kembali keruang angkasa oleh molekul gas, awan dan partikel. Sisanya yang 65% masuk kedalam troposfer. Di dalam troposfer ini, 14% diserap oleh air, debu, dan gas-gas tertentu sehingga hanya sekitar 51% yang sampai ke permukaan bumi. Dari 51% ini, 37 % merupakan radiasi langsung dan 14% radiasi difus yang telah mengalami penghambatan dalam lapisan troposfer oleh molekul gas dan partikel debu. Radiasi yang diterima bumi, sebagian diserap sebagian dipantulkan. Radiasi yang diserap dipanaskan kembali dalam bentuk sinar inframerah.
Sinar inframerah ini terperangkap dalam lapisan troposfer oleh karenanya suhu udara di troposfer dan permukaan bumi menjadi naik, terjadilah efek rumah kaca.






















2.4 Proses Terjadinya Efek Rumah Kaca

Gbr siklus efek rumah kaca

Proses terjadinya efek rumah kaca ini berkaitan dengan daur aliran panas matahari. Kurang lebih 30% radiasi matahari yang mencapai tanah dipantulkan kembali ke angkasa dan diserap oleh uap, gas karbon dioksida, nitrogen, oksigen, dan gas-gas lain di atmosfer. Sisanya yang 70% diserap oleh tanah, laut, dan awan. Pada malam hari tanah dan badan air itu relatif lebih hangat daripada udara di atasnya. Energi yang terserap diradiasikan kembali ke atmosfer sebagai radiasi inframerah, gelombang panjang atau radiasi energi panas. Sebagian besar radiasi inframerah ini akan tertahan oleh karbondioksida dan uap air di atmosfer. Hanya sebagian kecil akan lepas ke angkasa luar. Akibat keseluruhannya adalah bahwa permukaan bumi dihangatkan oleh adanya molekul uap air, karbon dioksida, dan semacamnya. Efek penghangatan ini dikenal sebagai efek rumah kaca.
2.5  Akibat Efek Rumah Kaca
Efek rumah kaca tentu saja memiliki dampak yang ditimbulkannya, dampak tersebut berupa dampak negatif dan positif.
a.       Dampak Negatif Efek Rumah Kaca, antara lain:
1.    Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbondioksida di atmosfer.
2.    Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan laut.
3.    Mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
4.    Menjadi penyebab global warming dan perubahan suhu iklim. Iklim di bumi menjadi tidak menentu dan susah diprediksi, sehingga mengganggu sistem penerbangan dan petani dalam menentukan masa panen.
b.      Dampak Positif adanya Efek Rumah Kaca, antara lain:
1.    Efek rumah kaca sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena gas-gas dalam atmosfer dapat menyerap gelombang panas dari sinar matahari menjadi suhu di bumi tidak terlalu rendah untuk di huni makhluk hidup. Seandainya tidak ada gas rumah kaca jadi tidak ada efek rumah kaca, suhu di bumi rata-rata hanya akan -18o C, suhu yang terlalu rendah bisa sebagian besarmakhluk hidup, termasuk manusia. Tetapi adanya efek rumah kaca suhu rata-rata di bumi menjadi 33o C lebih tinggi, yaitu 15oC suhu ini sesuai dengan kelangsungan makhluk hidup.
2.    Dengan adanya efek rumah kaca membuat manusia menjadi berhati-hati, berhemat terhadap penggunaan bahan bakar fosil, dan penggunaan listrik.
3.    Dengan adanya efek rumah kaca manusia menjadi sadar bahwa pohon, hutan memiliki arti penting sekali bagi kelangsungan kehidupan, yaitu salah satunya dapat menyerap gas polutan danmenghasilkan oksigen. Maka reboisasi kembali digalakkan dan penanaman pohon di kota-kota besar mulai dilakukan.
4.    Manusia menjadi kreatif, karena mengolah limbah seperti plastik kertas untuk di daur ulang menjadi barang yang ekonomis.



2.6 Cara-cara Menanggulangi Efek Rumah Kaca
Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah kaca. Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon). Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca. 
Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya.
Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca. Gas karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan. Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, dimana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.
Selain itu ada pula cara lain yang dapat dilakukan untuk menanggulangi Efek Rumah Kaca ialah sbb :
a.       Mengurangi produksi gas emisi kendaraan
Salah satu solusi untuk mengurangi pemanasan global adalah dengan mengefisienkan penggunaan BBM dan gas. Beberapa di antaranya yang dapat dilakukan dengan mudah yaitu memilih produk dalam negeri karena produk impor akan membutuhkan BBM yang lebih banyak. Mengemudikan kendaraan dengan benar (ecodriving) juga akan menghemat BBM. Misalnya, tidak mengemudi dengan agresif dan pindah ke gigi yang lebih tinggi secepat mungkin juga jangan terlalu cepat saat pindah ke gigi yang lebih rendah. Buat janji untuk pergi bersama dalam satu mobil dengan keluarga atau teman untuk menghemat BBM, jangan pergi sendiri-sendiri dengan mobil masing-masing jika arah tujuan sama atau sejalan. Bisa pula dengan bepergian dengan kendaraan umum yang sangat menghemat BBM karena dapat membawa banyak penumpang (bis, kereta api, angkot) dibandingkan dengan mobil pribadi. Berjalan kaki atau bersepeda di samping itu sangat baik untuk kesehatan, juga dapat menyelamatkan bumi dari polusi kendaraan bermotor.
b.      Mengurangi pemakaian senyawa CFC pada lemari es dan pendingin ruangan
c.       Hijaukan pepohonan
Cara lainnya tentu saja melestarikan hutan alam. Keberadaan pepohonan berfungsi untuk menjaga keseimbangan pasokan air dan juga menjaga kualitas udara dengan menyerap polutan udara seperti CO2 yang dapat mengurangi kadar GRK. Pohon adalah pabrik oksigen bagi makhluk hidup. Satu pohon besar dapat menyumbangkan oksigen untuk dua orang. Akar pohon berfungsi menyerap dan menyimpan air sehingga membantu kita terhindar dari banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Pepohonan yang rindang dapat berfungsi sebagai AC alami karena dapat menurunkan suhu udara di sekitarnya.
Jika masyarakat masih saja kekurangan air untuk kebutuhan sehari-harinya, saat ini memang sulit untuk mendapatkan kualitas air yang bagus. Meski begitu, kita masih bisa menggantungkan kebutuhan akan air terhadap ketersediaan air hujan. Beberapa cara untuk menampung air hujan di antaranya membuat sumur resapan di bawah talang rumah, di halaman rumah atau di taman-taman kota. Dapat pula menggunakan konsep biopori yang semakin marak digalakkan juga merupakan cara yang baik.







BAB III
PEMBAHASAN
3.1  Dampak Positive adanya Efek Rumah Kaca
            Dampak positif adanya efek rumah kaca antara lain:
1.    Efek rumah kaca sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena gas-gas dalam atmosfer dapat menyerap gelombang panas dari sinar matahari menjadi suhu di bumi tidak terlalu rendah untuk di huni makhluk hidup. Seandainya tidak ada gas rumah kaca jadi tidak ada efek rumah kaca, suhu di bumi rata-rata hanya akan -18o C, suhu yang terlalu rendah bisa sebagian besarmakhluk hidup, termasuk manusia. Tetapi adanya efek rumah kaca suhu rata-rata di bumi menjadi 33o C lebih tinggi, yaitu 15oC suhu ini sesuai dengan kelangsungan makhluk hidup.
2.    Dengan adanya efek rumah kaca membuat manusia menjadi berhati-hati, berhemat terhadap penggunaan bahan bakar fosil, dan penggunaan listrik.
3.    Dengan adanya efek rumah kaca manusia menjadi sadar bahwa pohon, hutan memiliki arti penting sekali bagi kelangsungan kehidupan, yaitu salah satunya dapat menyerap gas polutan danmenghasilkan oksigen. Maka reboisasi kembali digalakkan dan penanaman pohon di kota-kota besar mulai dilakukan.
4.    Manusia menjadi kreatif, karena mengolah limbah seperti plastik kertas untuk di daur ulang menjadi barang yang ekonomis.
3.2  Dampak Negative adanya Efek Rumah Kaca
1.    Meningkatnya suhu permukaan bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbondioksida di atmosfer.
2.    Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan laut.
3.    Mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengembang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar.
4.    Menjadi penyebab global warming dan perubahan suhu iklim. Iklim di bumi menjadi tidak menentu dan susah diprediksi, sehingga mengganggu sistem penerbangan dan petani dalam menentukan masa panen.
3.3 Perbandingan Presentase Dampak Positive dan Dampak Negative Adanya Efek Rumah Kaca Pada Saat Ini
            Pada dasarnya efek rumah kaca memiliki dampak positive dan juga ampak negative seperti yang telah dijelaskan pada poin pembahasan diatas, akan tetapi pada saat ini efek rumah kaca yang diakibatkan produksi gas rumah kaca yang berlebihan sebagai akibat aktifitas manusia di bumi seperti penggunaan kendaraan bermotor, AC, kulkas dsb. mengakibatkan berbagai dampak (negative) yang sangat besar bagi kehidupan manusia di bumi.
            Dampak besar yang kita rasakan pahitnya saat ini tersebut salah satunya adalah perubahan iklim yang ekstrim. Secara umum iklim sebagai hasil interaksi proses-proses fisik dan kimia fisik parameternya, seperti suhu, kelembaban, angin, dan pola curah hujan yang terjadi pada suatu tempat di muka bumi. Perubahan iklim kemudian mengakibatkan pemanasan global yang sangat parah dan berakibat kemudian terhadap mencairnya gunung-gunung es di kutub utara dan selatan kemudian meningkatkan kapasitas air laut dan tenggelamnya pulau-pulau kecil akibat meningkatnya kapasitas air laut.
            Sehingga pada saat ini presentase dampak negative adanya efek rumah kaca lebih besar dari dampak negativenya, dikarenakan dampak yang diakibatkan cakupannya lebih luas dan besar. Maka dari itu pada saat yang sangat krisis ini perlu untuk dilakukan perbaikan kondisi alam dengan melakukan upaya-upaya meminimalisis produksi gas rumah kaca seperti dengan reboisasi, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, AC, kulkas dsb. 





BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1.      Dampak positive dari efek rumah kaca adalah membuat suhu bumi tetap hangat untuk dihuni mahluk hidup, membuat manusia melakukan penghematan energi, mewujudkan kesadaran untuk menjaga lingkungan dengan melakukan reboisasi dan meningkatkan kreatifitas manusia.
2.      Dampak negative dari adanya efek rumah kaca adalah meningkatkan suhu permukaan bumi akibat perubahan iklim yang sangat ekstrim dipermukaan bumi, gunung-gunung es di kutub akan mencair, meningkatnya permukaan laut dan menjadi faktor utama terjadinya global warming dan perubahan iklim.
3.      Pada saat ini presentase dampak negative adanya efek rumah kaca lebih besar dari dampak negativenya, dikarenakan dampak yang diakibatkan cakupannya lebih luas dan besar.
4.2  Saran
1.        Bagi Peneliti Selanjutnya
Diharapkan di masa yang akan datang makalah ini dapat digunakan sebagai salah satu sumber data untuk penelitian selanjutnya dan dilakukan penelitian lebih lanjut berdasarkan faktor lainnya.
2.         Bagi Responden
Untuk lebih meningkatkan pengetahuan akan dampak efek rumah kaca bagi kehidupan mahluk hidup di bumi, tidak hanya dampak negative tetapi juga dampak positivenya.






DAFTAR PUSTAKA

Siswa, Blog, 2015, PEMANASAN GLOBAL, EFEK RUMAH KACA DAN PERUBAHAN IKLIM, http://blogkaryasiswa.blogspot.co.id/2015/04/pemanasan-global-efek-rumah-kaca-dan.html, diakses pada tanggal 23 Februari 2016.

Earth, Son, 201g, Efek Rumah Kaca / Green House Effect, https://lasonearth.wordpress.com/makalah/efek-rumah-kaca-green-house-effect/, diakses pada tanggal 23 Februari 2016.

TM, Nooph, 2014, MAKALAH EFEK RUMAH KACA, http://kuliahfaperta.blogspot.co.id/2014/04/makalah-fisika-dasar-efek-rumah-kaca.html, diakses pada tanggal 23 Februari 2016.

 

M, Dwika, 2015, Makalah Efek Rumah Kaca, http://golbiezarea.blogspot.co.id/p/makalah-ipa-efek-rumah-kaca.html, diakses pada tanggal 23 Februari 2016.


0 komentar:

Posting Komentar

 

Iim kayyis Template by Ipietoon Cute Blog Design